PENERAPAN STRATEGI PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM MENYUSUN TEKS DESKRIPTIF BERBAHASA INGGRIS SISWA KELAS XI IIK-1 MAN 2 SUMEDANG

Authors

  • Ela MA Negeri 2 Sumedang

Keywords:

Strategi Picture Word Inductive Model

Abstract

Berdasarkan hasil Uji Pengetahuan Kompetensi (UPK) khusus mengenai keterampilam menulis di kelas XI IIK-1 MAN 2 Sumedang, ternyata dari jumlah 34 siswa hanya 15 orang atau 42,86 % yang nilainya melebihi batas nilai KKM yang telah ditentukan yaitu 78. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar bahasa Inggris khususnya keterampilan menulis di kelas IIK-1 masih rendah. Fakta di atas menunjukkan Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Inggris masih rendah sehingga salah satu jalan keluarnya adalah merubah model pembelajarannya dengan menerapkan  model  pembelajaran  Strategi Picture Word Inductive Model  pada  mata  pelajaran Bahasa Inggris.

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penerapan Strategi Picture Word Inductive Model dalam meningkatkan aktivitas belajar dan Kinerja Guru serta hasil belajar Bahasa Inggris Siswa Kelas XI IIK-1 MAN 2 Sumedang Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada bulan Maret s.d Mei 2017 dengan 2 siklus terdapat temuan-temuan berikut: Adanya peningkatan nilai kinerja guru dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat 10 point sedangkan dari siklus 2 ke siklus 3 meningkat 8 point. Selanjutnya dari segi kategori juga meningkat dari C pada siklus 1, B pada siklus 2 dan A pada siklus 3. Adanya peningkatan ini nilai aktivitas dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat 9,99 point sedangkan dari siklus 2 ke siklus 3 meningkat 7,53 point. Selanjutnya dari segi kategori juga meningkat dari C pada siklus 1, B pada siklus 2 dan A pada siklus 384 menjadi 82,54 pada rata-rata prestasi belajar siklus 2. adanya peningkatan prestasi belajar dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat 9,99 point sedangkan dari siklus 2 ke siklus 3 meningkat 7,53 point. Selanjutnya dari segi kategori juga meningkat dari C pada siklus 1, B pada siklus 2 dan A pada siklus 3.

Berdasarkan temuan-temuan dalam penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa: adanya peningkatan prestasi belajar dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat 9,99 point sedangkan dari siklus 2 ke siklus 3 meningkat 7,53 point. Selanjutnya dari segi kategori juga meningkat dari C pada siklus 1, B pada siklus 2 dan A pada siklus 317”.

References

Baharudin, Esa Nur, 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogyakarta: Ar-ruzz Media.

Dimyati, Mudjiono. 1998. Belajar Pembelajaran. Jakarta: Asdi Mahasatya.

Miftahul Huda.2013.Model-model Pengajaran dan Pembelajaran.Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Mulyasa, E. 2013. Implementasi Kurikulum 2013 (Panduan Pembelajaran KTSP). Bandung: Rosdakarya.

Nurhadi, Yasin BY, Senduk AG. 2014. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapan dalam KTSP Malang: Universitas Negeri Malang.

Ruseffendi. 1991. Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.

Sanjaya, Mina. 2008. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Suharsimi Arikunto.2010.Penelitian Tindakan Kelas.Yogyakarta: Aditya Media.

Suryabrata S, 1984. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Rajawali Pers.

Suryabrata S, 2003. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Rajawali Pers.

Witherington. 1986. Psikologi Pendidikan.Bandung: Jemmars Bandung.

Zaenal A, 2006. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru. Bandung: Yrama Widya.

Published

2018-08-07